Showing posts with label Dari Si Monyet kpd Si BabooN''. Show all posts
Showing posts with label Dari Si Monyet kpd Si BabooN''. Show all posts

Tuesday, July 6, 2010

Kiriman 26



Jalanku sangat panjang
Panjang dan melelahkan
Panas juga banget menyengat
seketika selayak oase
Dirimu hadir membawa kesegaran
Kau datang dengan air bening pembasuh jiwa yang lara
Kau hapuskan segala tandus gerah
Tempat aku sandarkan hati yang lelah
Terima kasih cinta
Engkau adalah penyelamat jiwaku yang hilang
Jiwa yang haus akan kasih sayang...


Kiriman 25



Malam kembali sepi
Aku pun seperti termenung sendiri
Membayangkan wajah sg wanita suci
Gadis dengan senyum sederhana
Namun banget mempersona
Remang-remang ia datang
Lalu hilang
Aku mencoba menyapa
Banget nyata
Aku harap ia akan memberikanku tawa
Seperti adam yang selalu damba akan hawa
Seperti aku yang tengah dilanda rindu yang membara...


Sunday, June 27, 2010

Kiriman 23



Kerlip bintang hias kelam

Dan rembulan yang purnama dalam singgahsananya...

Bangat luas langit malam

Bangat tenang cahayanya...

Aku yang sedang termenung melukis

wajahmu di antara sinar bintang

Mencari senyummu di hening malam

Menyentuh kulit halusmu di sela padang rumput kaki bukit

Mencoba berlari mengejar bayang indah gamabr tubuhmu

Sungguh sangat merindukan gadisku

Sungguh sangat merindukanmu...


Kiriman 22



Seperti air yang mengalir

Mencari tempat rendah

Memberikan kehidupan

Membawa kesegaran

Seperti dirimu yang selalu menjagaku

Memelukku penuh hangat

Memberiku cinta

Membawa kedamaian jiwa...


Kiriman 21



Kepadamu bungaku

Sungguh segarmu yang selalu warnai pagiku

Juga indahmu yang temani hariku

Dan harummu yang selimuti malamku

Bangat ingin aku selalu di dekatmu

Bangat ingin aku selalu di dekapmu

Bangat ingin kau tau betapa aku

merindukanmu dalam setiap bangun tidurku

Bangat ingin aku memelukmu dalam tiap malam-malamku

Sehingga segala takut akan sirna dengan segala cerahmu...


Kiriman 20



Indah kadang ku rasa

bila sendiri melanda

Menggugah penuh asa

Tapi perasaan tu telah lamatiada

Tidak setelah dirimu ada..

Tidak setelah dirimu hadir membawa cinta

Kini aku telah terbiasa dengan indah malam

Termanja hangatmu

Kau selalu ada di hari-hariku

Menghiburku...

Dan kini aku kembali jauh darimu

Dari pelukmu

Dari senyummu...

Maka melalui angin malam kirimkanlah nafasmu

Sehingga aku mampu menghirup cintamu dalam mimpiku...


Wednesday, April 21, 2010

Kiriman 19



Dan dendang kraton

dengan ukiran abu-abu

Juga barisan cermin bening

Tampak kokoh berdiri

Yang dia tinggi bukan bererti kuat

Rapuh seperti telah dimakan rayap

Yang dia indah bukan bererti sempurna

Lemah seperti kertas yang pasrah tertiup angin lalu jatuh ke tanah

Dan senyum ini...

Hanya bisa menipu mata

Yang bukan bererti hatiku tak boleh berkata-kata...


Kiriman 18



Kepada mentari aku memohon maaf,
Kerana mataku belum terbiasa akan cahaya suci...
Kepada bening embun aku memuja,
Dwai indah angin sejuk musim bunga...
Tapi harapku masih nlsgsa pada hatinya...
Pagi ni masih aku memikirkanmu bidadari...
Aku ingin kau kembalikan hariku,
Aku ingin kau berikan setengah asaku,
Yang sisanya telah mati...
Mati kerana senyummu yang tak aku temukan malam tadi...
Ingin aku ukir senyum itudalam setiap langitku,
Hingga bila nanti semua telah pergi,
Sinarmu tetap terangi jalan sepi...


Kiriman 17




Saat peri kecilku terbangun...

Secerah mentari

Sebening embun,

Sehangat senyum ketika matanya terbuka...

Bangat indah,

Bangat sempurna,

Aku harap ia akan selalu memandangku dengan tatapan itu,

Aku harap ia akan selalu membelaiku dengan jemari lentik sehalus sendu,

Menjagaku sepanjang hari dengan kelembutannya...

Hingga saat aku terlelap dalam malam

Selalu nafasnya temani mimpiku...


Monday, April 12, 2010

Kiriman 16



Malamku gelap,

Dengan cahaya lilin di ujung sinarnya...

Malamku senyap,

Dengan Angin di antara hembusannya...

Malamku hengkang,

tapi pagi pun tak kunjung datang...

Malamku hilang,

Begitu juga segala bidadari yang entah telah terbang...


Sunday, April 11, 2010

Kiriman 15



Aku yang sedang berselimut malam

Memandang langit

Mencuba bersandar ke bukit Thur

Indah horizon dengan pantulan cahaya spiral panjang

Juga bintang yang sedang menari di atas singgahsana Poseidon

Juga nyanyian paus biru yang seakan sendu

Sendiri...

Seperti purnama di atas padang rumput tepi bukit

Seperti deru ombak yang menderu bila bias

Yang senyummulah ubat segala gilaku pada kata...



Kiriman 14




Kemayu angin malam dengan cahaya setengah kelam,

Sejak kemaren malam, malamku hitam,

seperti hilang...

Aku terbang...

Aku menghilang...

Melangkah mencari bayang

Aku harap dirimu datang

Bukan hanya bayang

Teman jiwa yang temaram...


Wednesday, August 12, 2009

Kiriman 13



Gelap malam
Dingin dengan langit hitam
Merasuk ke dalam sum-sum tulang
Raga yang sedang gelisah
Mengambil setiap tawaku hilang
Yang dinding kamar putih dengan bercak
Gambarkan senyum bidadari nilaku

Inginku dalam pelukanmu...bidadariku
Kerana bangat dingin malamku tanpa senyummu

Harapku pemilik senyum itu temaniku
Kerana setiap detak jantungku
Adalah wiridku padamu

Dengarlah bidadari lantunan puisi seorang hamba
Pengemis cintamu

Dan layak udara akan selalu aku hembuskan ia
bersama semulir angin dalam setiap malammu...



Monday, August 10, 2009

Kiriman 12

Dalam dingin malam
Dirimu adalah lilin penghangat ragaku
Penerang dalam pekat

Seperti bintang timur pun dirimu hadir
Ketika hilangku ditengah samudra kebingungan
Tunjukan arahku dalam sesat

Kau jadikan aku bulan yang rindukan malam
Ingin selalu dirimu temaniku ketika kelam

Datanglah kasih...
Datang temani sepiku
Hiasi hariku
Kerna setiap senyum dari lugu wajahmu
Seperti indah mawar yang bersemi ditengah taman surga

Peluk aku dengan segala teduhmu
Jadikan setiap sedihku
Berganti ceria
Selayak pagi dalam semi
Selayak tawa kecil para peri penghuni danau suci
Seindah aku yang sedang mencintaimu saat ini dan hingga nanti..

Sunday, August 9, 2009

Kiriman 11



Pada fajar yang selalu menyaksikanku

Yang merindukanmu pada pagi

Juga bulan yang temaniku

melukis senyummu pada langit malam ini

dan bintang yang menari

Dengan cahaya mengiring melodi asa

yang dengan kerlipnya sampaikan salamku

Padamu CINTA


Monday, June 15, 2009

Kiriman 10


Setiap detik yang berputar laju

Setiap minit yang berlalu

Setiap jam yang menuju

Hanya parasmu...

Pagi yang indah terang

Mega merah yang mewarnai petang

Malam yang hitam penuh bercak bintang

Kuharap tetap bayangmu yang datang...

Sunday, June 14, 2009

Kiriman 9



Angin hembuskan hawa damai malam

Walau dingin namun begitu tenang kerana parasmu,,

Rindu yang selalu membayang

kadang menyiksa namun tetap indah dihati,,

Yang dalam sepi aku memuji,,

Kerana aku tak ingin kehilanganmu,,

Kerana aku begitu mencintaimu,,

Kerana separuh jiwaku ada padamu...


Kiriman 8



Ketika Sang Mentari kembali

Saat di mana semua sepi kan berakhir

Hilangkan semua hitam pekat


Sirnakan suram gelap


Selayak cahaya ini


Aku memohon kepada-Nya


Agar setiap harimu selalu secerah asamu...



Saturday, June 13, 2009

Kiriman 7



Malam ini sendiri

Dengan angin yang menari

Ikuti irama rindu hati dan senyummu

Seperti lagu syahdu

Lantunan para penghuni langit ketujuh

Yang membuatku terlena

Terlupa akan penat dunia...